Sharing Materi Perkuliahan Sarjana dan Pascasarjana: Mengenai materi Akuntansi, Ekonomi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Informasi Teknologi dan Pengetahuan Umum

Breaking

Jumat, 14 Februari 2014

Business Plan : Penggemukan Sapi Jenis Impor "Pertenakan Sapi Moo Moo"

By Briyan Efflin Syahputra

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Identifikasi Peluang Usaha
Alasan pemilihan untuk pengembangan usaha perternakan sapi :
o   Pemenuhan kebutuhan daging sapi yang belum maksimal
Saat ini pemenuhan akan kebutuhan daging sapi di Indonesia masih sangat kurang. Hal ini disebabkan karena sapi-sapi yang terdapat di Indonesia belum mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dapat dilihat dari kondisi sapi lokal di Indonesia yang memiliki kondisi fisik yang lebih kecil dibandingkan sapi-sapi yang terdapat di negara lain, seperti sapi Limosin. Kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan karena daging sapi merupakan salah satu jenis makanan yang digemari oleh masyarakat. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani hal tersebut, seperti melakukan impor sapi jenis Limosin, Brahman dan Simentil. Akan tetapi usaha tersebut belum memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia.
o   Ketergantungan akan daging sapi impor
Salah satu usaha yang selalu dilakukan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan daging sapi adalah dengan mengimpor sapi yang memiliki kondisi fisik lebih besar dibandingkan sapi lokal sehingga kebutuhan daging sapi di Indonesia dapat terpenuhi. Menurut kami usaha yang telah dilakukan pemerintah sudah baik, namun belum bisa maksimal. Ketika kondisi seperti ini terjadi, maka kebutuhan daging sapi di Indonesia yang tinggi tidak dapat terpenuhi dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangbiakan sapi-sapi jenis impor itu didalam negeri. Akan tetapi untuk mengembangbiakannya sendiri iklim Indonesia tidak mendukung, serta untuk mengembangkan sapi-sapi yang dapat menghasilkan daging banyak diperlukan berbagai cara, seperti dengan memperhatikan pakan yang diberikan supaya dapat mempercepat proses penggemukan sapi impor itu sendiri.
o   Penggemukan Ternak Sapi
Budidaya penggemukan ternak sapi potong mayoritas masih menggunakan pola tradisional dan skala usaha sampingan. Hal ini dikarenakan besarnya investasi bila dijalankan secara besar dan modern, dalam skala usaha kecil pun budidaya penggemukan ternak sapi potong akan memperoleh keuntungan yang baik bila dijalankan dengan prinsip budidaya modern. Dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) akan membantu budidaya penggemukan ternak sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.
Penggemukan sapi potong yaitu memelihara sapi dewasa dalam keadaan kurus dengan ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
o   Persaingan yang masih sedikit
Usaha budidaya sapi saat ini sudah berkembang di seluruh kota Indonesia, namun banyak di antara mereka masih menggunakan budidaya tradisional, sedangkan untuk mengembangbiakan sapi dengan cara modern yang tergolong sedikit. Maka dari itu kelompok kami melihat peluang yang besar dalam usaha ternak ini. Dengan mengusung prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) kami ingin menjadi salah satu pendorong budidaya dengan cara modern dan menjadi motivasi atas munculnya pengusaha-pengusaha lain.
o   Alternatif produk yang dihasilkan
Selain menghasilkan daging untuk dikonsumsi, sapi-sapi tersebut juga dapat menghasilkan produk-produk lain yang menghasilkan laba. Sebagai contoh kulit dan tanduk sapi yang diambil dagingnya dapat digunakan bahan dasar kerajinan tangan. Sedangkan kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai biogas untuk kompor.

B.     Penerapan Kelayakan Usaha
a)      Analisis Kelayakan Teknik
Peternakan sapi moo moo menggunakan kelaykan teknik K-3 ( Kuantitas, Kualitas, Kesehatan), perkandangan dan pakan. Dengan menggunakan teknik tersebut peternakan sapi ini mempunyai jumlah jenis sapi impor yang bervariasi, yaitu jenis sapi simental, sapi brahman, dan limosin. Kualitas sapi di peternakan ini memiliki kualitas daging yang baik karena pakan yang diberikan merupakan pakan dalam bentuk kering dan vitamin tambahan dari produk NASA sehingga daging yang dihasilkan mengandung sedikit lemak. Kesehatan di perternakan sapi ini tergaja dikarenakan dari segi kandang memiliki ukuran 2.5m x 1.5m. Tipe ini dapat membantu membersihkan kandang secara keseluruhan dan memacu pertumbuhannya lebih besar, sehingga produksi daging tidak hilang karena sapi banyak gerak.
b)      Analisis Peluang Pasar
Pada saat ini kebutuhan daging di pasaran Indonesia masih besar sekali peluangnya karena masyarakat membutuhkan daging, namun persediaan daging belum mencukupi. Peternak sapi saat ini masih memakai sistem peternakan tradisional yang menggunakan pakan 100% rumput yang berakibat perkembangan berat sapi sangat lambat. Dengan peluang pasar yang besar kami beralasan membuat peternakan dengan sistem modern yang membuat pertumbuhan berat daging sapi cepat dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging masyarat.
c)      Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis finansial dilakukan untuk melihat kelayakan penggemukan ternak sapi potong melalui modal kelompok karena usaha sapi ini dimiliki oleh kelompok dengan modal awal 30 juta di awal. Diharapkan memperoleh keuntungan bersih 10 juta /bulan. Dengan melihat perkembangan peternakan sapi dalam periode 6 bulan, kelompok kami akan menambahkan modal. Jika dalam 6 periode menurun maka kami tidak akan menambahkan modal.
Dengan pembelian sapi seberat 200kg seharga 40.000/kg maka jumlah satu ekor sapi sebesar 8 juta. Diharapkan satu ekor sapi berat badan naik satu kilo maka keuntungan satu hari 40.000 dengan biaya makan 20.000 karena makan dan pertumbuhan berat bedan berasio 1:1
d)     Analisis Kemampuan Organisasi
Untuk mengasah kemampuan dan  memperluas wawasan dalam usaha peternakan sapi ini kelompok kami telah mengikuti berbagai seminar yang berhubungan dengan budidaya ternak sapi tersebut, selain mengikuti seminar kami berkonsultasi dan bertukar pikiran dengan beberapa pengusaha yang lebih dahulu berkecimbung dalam bisnis ini.
e)      Analisis Persaingan
Usaha yang mengembangbiakan sapi dengan sistem modern masih tergolong sedikit pesaingnya. Meskipun demikian kami berusaha membuat usaha peternakan kami memiliki kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh peternakan lain seperti dalam aspek pangan, kandang dan pengelolaan limbah kotoran sapi.

BAB II
ASPEK PRODUKSI
A.    Peralatan dan Perlengkapan
No
Nama barang
Kuantitas
1
Ember
4 buah
2
Cangkul
2 buah
3
Gerobak
2 buah
4
Tali tambang
100 meter
5
Timbangan sapi
1 buah
6
Mesin pemotong singkong
1 buah
7
Kandang
20 tempat

B.     Pakan Ternak
Proses produksi pakan untuk sapi dalam bulan
No
Nama barang
Kuantitas
1
Singkong
120 kg
2
Kulit kacang
120 kg
3
POC NASA(500cc)
1 botol
4
Ampas tahu
30 botol
5
Jerami fermentasi
¼ truck
6
Konsentrat Sapi
90 kg

C.    Distribusi
Penjualan pertanakan sapi moo moo dilaksanakan dengan pelanggan memesan dan datang ke peternakan sapi ini. Pelangan peternakan sapi biasanya dari perusahaan sapi potong dan pelanggan langsung. Promosi yang digunakan peternakan sapi moo mooo dengan mempunyai blog, twitter, facebook, iklan, dan penyebaran pamflet tersebar ditempat strategis. Sehinggan pelanggan mendapatkan informasi peternakan sapi moo moo dengan mudah.

BAB III
ASPEK PEMASARAN
A.    Produk
Sapi ternak yang kami jual adalah peranakan sapi impor yaitu sapi Brahman, Limosin dan Simental yang dikelola dengan cara modern. Pakan yang diberikan memiliki standar modern yang memenuhi prinsip K-3 sehingga konsumen merasa puas dengan produk Moo Moo.
B.     Price
Harga yang ditawarkan untuk penjualan sapi ini yaitu 40.000/kg dengan kondisi sapi yang masih hidup.
C.    Place
Lokasi peternakan berada di Nglebeng RT 02, Tamanan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Untuk calon pembeli bisa langsung mengunjungi peternakan untuk melihat dan memilih sapi yang diinginkan.
D.    Promotion
Dalam melakukan kegiatan promosi, ada beberapa cara dan strategi yang dilakukan untuk mempromosikan dan memasarkan agar dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara :
1.      Social Networking
Berkembangnya jaringan internet saat ini memberi kemudahan untuk mempromosikan produk kami. Kami memanfaatkan Social Networking seperti blog, twitter dan facebook. Disini kami mempunyai admin-admin yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan dari calon pembeli.
2.      Word of Mouth
Dari mulut ke mulut.
3.      Iklan (pamflet, banner dan spanduk)

BAB IV
ASPEK KEUANGAN
A.    Sumber Modal
Usaha yang akan di dirikan ini merupakan usaha yang bersifat kelompok, sehingga modal yang didapatkan berasal dari modal bersama.

Sumber modal
Jumlah
1.      Ariyady rianto
2.      Briyan Efflin Syahputra
3.      Yanuar Ardy
4.      Achmad al hakim
5.      Lalu adian wiguna
6.      Andre prakasa
7.      Rindhi Marverissa
8.      Tanyana Clara Nur Ayu
9.      Nurike Rahma Yunia
Rp 30.000.000,-
Rp  30.000.000,-
Rp  30.000.000,-
Rp  30.000.000,-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
TOTAL
Rp 270.000.000,-

B.     Proses Produksi/Identifikasi Kebutuhan
              Keterangan
Rincian
1.        Membeli pakan ternak
1.      Singkong (120 kg)
2.      Kosentrat sapi (90 Kg)
3.      Kulit kacang (120 Kg)
4.      Jerami fermentasi (1/4 Truk)
5.      POC NASA (1 botol)
6.      Ampas Tahu (30 Kg)
2. Membeli peralatan  dan perlengkapan produksi
1.       Ember (4 buah)
2.       Cangkul (2 buah)
3.       Gerobak (2 buah)
4.       Tali tambang (10 meter)
5.       Timbangan Sapi (1 buah)
6.       Mesin potong singkong (1 buah)
7.       Kandang  (20 kandang)

4. Biaya promosi
1.      Pamflet (1000 lembar)
2.      Banner (2 buah)
3.      Spanduk (3 buah)

C.    Analisis Harga Pokok Penjualan
Pembelian Sapi
Nama Barang
Jumlah
Berat (kg)
Harga per kg
Harga per Ekor
Jumalah Harga
Sapi
20
200 kg
Rp 40.000,-
Rp 8.000.000,-
Rp 160.000.000,-

TOTAL
Rp 160.000.000,-

               Pembuatan kandang
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Kandang
20 tempat
Rp 5.000.000,-
Rp 100.000.000,-
TOTAL   
Rp 100.000.000,-

          Biaya Tetap
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Ember
4 buah
Rp  5.000,-
Rp 20.000,-
2
Cangkul
2 buah
Rp 40.000,-
Rp 80.000,-
3.
Gerobak
2 buah
Rp 70.000,-
Rp 140.000,-
4
Tali tambang
10 meter
Rp 10.000,-
Rp 100.000,-
5
Timbangan Sapi
1 Buah
Rp 500.000,-
Rp 500.000,-
6
Mesin potong singkong
1 buah
Rp 1.500.000,-
Rp 1.500.000,-
7
Gaji karyawan/bln
2 orang
Rp 600.000,-
Rp 1.200.000,-
TOTAL
Rp 3.540.000,-

         Biaya Produksi
         Biaya produksi yang di keluarkan dalam 1 bulan untuk 1 Ekor sapi
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Singkong
120 kg
Rp       700,-/ 1 kg
Rp 84.000,-
2
Kulit kacang
120 kg
Rp       500,- / 1 kg
Rp 60.000,-
3
POC NASA
1 Botol
Rp   31.000,- / 500 cc
Rp  31.000,-
4
Ampas Tahu
30 kg
Rp   10.000,- / 1 kg
Rp 30.000,-
5
Jerami fermentasi
1/4 Truck
Rp 500.000,- / 1 truck
Rp 125.000,-
6
Kosentrat sapi
90 kg
Rp     3.000,- / 1 kg
Rp 270.000,-
TOTAL
Rp 600.000,-

BIAYA TOTAL
Biaya total       =  biaya pembelian sapi + biaya kandang sapi + biaya tetap + biaya produksi 
                        = Rp 160.000.000,- + 100.000.000,- + Rp 3.540.000,- + 600.000,-
                        = Rp 264.440.000,-

HPP ( harga pokok pembelian )           = Pembelian sapi
                                                = Rp 160.000.000,-

D.    Analisis BEP
Kenaikan berat badan sapi dalam satu hari rata-rata naik 1 kg per ekor sapi, sehingga kenaikan dalam sebulan adalah 30 kg. Dalam usaha ini memiliki 20 ekor sapi. Dengan harga Rp 40.000,- / kg , dalam 1 ekor sapi memperolah 30 kg x Rp 40.000,- = Rp 1.200.000,- . Sehingga harga jual per 1 ekor sapi adalah Rp 8.000.000,- + Rp 1.200.000 = Rp 9.200.000
BEP ( break even point)
            BEP dalam Rupiah     = Biaya tetap / ( Kontribusi Margin per ekor : harga per
                                              ekor)
                                                = 16.540.000,- / ( Rp 600.000,- : Rp 9.200.000,- )
                                                = Rp 253.680.000,-

            BEP dalam unit           = Biaya Tetap / ( harga per ekor – biaya variable per
                                                  ekor )                                                            
= 16.540.000 / ( Rp 1.200.000,-  –  Rp 600.000,-)
                                                = 28 Ekor
Jadi, BEP tercapai ketika Penjualan Mencapai 28 ekor atau penjualan mencapai nilai Rp 253.680.000,- . Itulah tadi cara menghitung BEP usaha secara sederhana. Titik BEP ini bisa bergeser karena terjadi
1.  Perubahan harga jual per unit
2.  Perubahan biaya variabel
3.  Perubahan biaya tetap
4.  Perubahan komposisi sales mix
E.     Analisis Harga Pasar
Target Pasar
Potensi usaha ternak sapi cukup menyebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Pasar yang paling potensial untuk daging sapi adalah kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan wilayah Bodetabek. Namun demikian jumlah produksi tersebut masih belum memenuhi permintaan untuk pasar lokal sekalipun. Sehingga dalam rencana usaha ternak penggemukan sapi potong ini ditargetkan untuk mengisi kebutuhan pasar sapi bakalan dan sapi siap potong untuk rumah potong hewan (RPH).
Kebutuhan dan Proyeksi Pasar
Peluang peningkatan bisnis ternak sapi untuk pasar domestik sangat terbuka luas. Ternak sapi secara periodik memiliki permintaan yang tinggi yaitu menjelang Hari Raya Kurban. Selain itu ternak sapi juga dapat dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi daging harian.
Target pemasaran sapi bakalan penggemukan adalah perusahaan feedlot sapi potong berskala besar, yang telah bermitra dan telah meminta untuk di supply adalah PT. PMU Bogor, PT. Karyana-Sukabumi, dan PT Agrisatwa-Tangerang, dengan total permintaan 3000 ekor/bulan.
Untuk sapi siap potong, targetnya adalah beberapa RPH, yang cukup intens adalah RPH Cibinong, RPH Cilangkap, RPH Sawangan, H. dan RPH Tapos Depok, dengan total permintaan 1500 ekor/bulan. Sehingga total kebutuhan mitra konsumen sejumlah 4500 ekor/bulan.

                                                    ANALISIS SWOT
Kekuatan
1. Sapi yang dihasilkan relatif lebih kebal terhadap berbagai macam penyakit.
2.  Dengan periode waktu yang singkat dapat menghasilkan massa daging yang lebih.
3.      Periodisasi penjualan lebih cepat.
4.  Dengan perawatan yang relatif sama tetapi menghasilkan daging yang lebih berkualitas
Kelemahan
1. Beberapa bahan baku pakan relatif tidak mudah untuk ditemukan.
2.    Segmentasi pasar yang relatif sempit
3.  Belum banyak vendor yang menyediakan jenis bakalan sapi yang kita inginkan.
Peluang
1. Kebutuhan daging sapi dalam negeri yang masih defisit.
2.    Belum banyak persaingan.
3.   Kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri yang terus meningkat.
Ancaman
1.      Jenis usaha mudah untuk ditiru.
2.      Permodalan yang relatif besar
3.      Ancaman iklim lingkungan dan penyakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar