Sharing Materi Perkuliahan Sarjana dan Pascasarjana: Mengenai materi Akuntansi, Ekonomi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Informasi Teknologi dan Pengetahuan Umum

Breaking

Jumat, 28 April 2017

Teori Akuntansi, Kewajiban dan Ekuitas (IASB FRAMEWORK & EKUITAS), Kewajiban Lancar, Kewajiban Jangka Panjang, Kewajiban Kontijensi, Konstruktif,

Oleh : Yovi Citra Nengsih

KEWAJIBAN DAN EKUITAS (IASB FRAMEWORK & EKUITAS)

A.      KEWAJIBAN
Kewajiban adalah “kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi  masa depan yang timbul dari keharusan saat ini dari suatu entitas untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai akibat transaksi atau kejadian yang telah lalu. Untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu objek atau pos harus mempunyai karakteristik sebagai berikut:
·      Menjadi pengorbanan sumber ekonomik yang cukup pasti di masa depan (probable future sacrifices of economic benefits).
·      Menjadi kewajiban saat ini atau perioda ini (present obligation) untuk menyerahkan kas, barang, atau jasa di masa datang.
·      Terjadi karena transaksi masa lalu.
Dasar pengukuran kewajiban yang paling objektif adalah kos tunai atau kos tunai implisit. Karena kewajiban merupakan cerminan dari aset, maka pengukurannya juga mengikuti pengukuran aset. Secara umum, kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan urutan kelancarannya sejalan dengan aset. PSAK No. 1 menggariskan bahwa aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo. PSAK No. 1 menentukan bahwa semua kewajiban yang tidak memenuhi kriteria sebagai kewajiban jangka pendek diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Kriteria tersebut adalah (a) diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan, atau (b) jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca. Kewajiban diurutkan berdasarkan jatuh temponya yaitu:
a.      Kewajiban Lancar
Kewajiban lancar adalah hutang yang akan dibayar (atau jasa yang akan diberikan) dalam tahun atau siklus operasi berikutnya. Pelunasan kewajiban lancar membutuhkan aktiva lancar (biasanya kas). Untuk menilai kewajiban lancar pada neraca ialah dengan cara mengabaikan present value dan dilaporkan pada nilai nominal. Contoh meliputi:
1.      Hutang usaha
2.      Wesel bayar jangka pendek.
3.      Bagian lancar hutang jangka panjang.
4.      Hutang dividen (dicatat pada saat diumumkan oleh perusahaan):
Dividen……………………………………xxx
            Hutang Dividen………………………..xxx
5.      Pendapatan diterima dimuka (dicatat dalam akun kewajiban sampai barang /jasa diberikan).
6.      Pajak penjualan (dicatat secara terpisah dan tercermin sebagai akun kewajiban sampai dibayarkan ke kantor pajak).
7.      Hutang pajak penghasilan perusahaan.
8.      Hutang pajak penghasilan karyawan (dicatat terpisah dari upah / gaji dan tercermin sebagai akun kewajiban sampai disetorkan ke kantor pajak.
9.      Accrued Liabilities : akru biaya dan kewajiban pada akhir periode berjalan, dan biasanya dibayarkan beberapa waktu kemudian di periode berikutnya. Contoh meliputi hutang gaji, hutang bunga, hutang sewa, hutang premi asuransi, dll.

b.      Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban jangka panjang adalah hutang yang baru akan dibayar setelah lebih dari satu tahun, namun kewajiban berbunga jangka panjang tetap akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal neraca apabila:
·         Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan
·         Perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan jangka panjang, dan
·         Maksud diatas didukung dengan perjanjian pembiayaan kembali atau penjadwalan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui.
Contoh:
·         Wesel bayar: jumlah yang terhutang kepada bank atau kreditor lainnya dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun.
·         Hutang hipotek: jumlah yang terhutang kepada perusahaan hipotek dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun.
·         Hutang obligasi: jumlah yang terhutang kepada investor yang memiliki investasi obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, dimana pembayaran pokok dan bunganya berjangka waktu lebih dari satu tahun.
ü  Beberapa alasan pendanaan dengan obligasi dibandingkan dengan penerbitan saham:
1.      Pemilik perusahaan saat ini tetap memegang kendali atas perusahaan
2.      Bunga adalah beban yang dapat mengurangi pendapatan kena pajak, sedangkan deviden tidak
3.      Tingkat suku bunga yang berlaku mungkn lebih menguntungkan relatif terhadap harga pasar untuk saham
4.      Beban yang dikurangkan dari laba untuk membayar bunga kepada pemberi pinjaman dapat lebih rendah dibandingkan dengan jumlah deviden yang diharapkan oleh pemegang saham.
ü  Sifat Obligasi
o   Seringkali memiliki nilai nominal (face value), nilai nominal (par value), nilai jatuh tempo ( maturity value).
o   Surat kontrak obligasi
o   Dapat dijual ke investor atau melalui penjamin emisi (full commitment basis atau best effort basis à kasus obligasi IBM, penjamin emisi rugi $ 50 juta karena naiknya suku bunga bank)
ü  Harga Pasar Obligasi
·         Harga Pasar obligasi ditentukan diantaranya oleh tingkat bunga yang ditetapkan atau tingkat bunga kontrak.
·         Tingkat bunga kontrak tidak selalu sama dengan tingkat bunga pasar, akibatnya obligasi akan mengalami : premi (bunga diatas tingkat bunga pasar)  atau diskonto (bunga dibawah tingkat bunga pasar).
·         Premi atau diskonto adalah jumlah yang diperlukan untuk menyesuaikan tingkat bunga yang ditetapkan dengan tingkat bunga pasar yang berlaku atau hasil dari obligasi itu.
·         Tingkat bunga ditetapkan yang telah disesuaikan dengan premi atau diskon merupakan tingkat  pengembalian aktual dari obligasi dan dikenal dengan tingkat bunga pasar, ingkat bunga hasil atau tingkat bunga efektif. 
·         Harga pasar obligasi pada tanggal berapapun dapat ditentukan dengan cara mendiskontokan menentukan nilai sekarang dari) nilai jatuh tempo dan pembayaran bunga yang tersisa dengan tingkat bunga pasar
Contoh:
Suatu obligasi dengan jangka waktu 10 tahun dan bunga 8% serta nilai nominal $ 100.000 akan dijual pada tanggal penerbitannya. Tingkat bunga efektif 10%, dimajemukkan setengah tahunan. Berapa harga pasar obligasi tersebut:
Nilai sekarang dari utang pokok:
            PV $ 100.000, N = 20, I  = 5% =       37.869
Nilai sekarang dari utang pokok:
·         PMT $ 4000, N = 20, I = 5% =           49.849
·         Total nilai sekarang                             87.538

1)   Kewajiban Kontinjensi
·         Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan atau
·         Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu tetapi tidak diakui karena :
ü  Tidak terdapat kemungkinan besar (not probable) perusahaan mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai”sumber daya’) untuk   menyelesaikan kewajibannya atau
ü  Jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.
Kewajiban kontinjensi jumlah pastinya baru diketahui setelah terjadinya aktivitas di masa depan dan dapat berkembang kea rah yang tidak diperkirakan semula, oleh karena itu, kewaqjiban kontinjensi harus terus-menerus dikaji ulang untuk menentukan apakah tingkat kemungkinan arus keluar sumber daya bertambah sehingga menjadi kemungkinan besar (probable). Contoh meliputi:
·         Garansi
o   Catat estimasi biaya dan kewajiban ketika produk dijual (matching concept):
Biaya garansi                           xxx
            Estimasi kewajiban garansi                 xxx
o   Ketika biaya terjadi (biasanya di perioda berikutnya).  Membiayakan pengeluaran pada kewajiban garansi:
Estimasi kewajiban garansi                 xxx
            Kas, dll                                                xxx
·         Hadiah Promosi.
·         Tuntutan hukum.


2)   Kewajiban diestimasi dan kewajiban lainnya:
·         Kewajiban diestimasi : kewajiban yang waktu yang jumlahnya belum pasti
Kewajiban diestimasi harus diakui apabila ketiga kondisi berikut ini dipenuhi:
(a)    Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
(b)   Besar kemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan
(c)    Estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban dapat dibuat.
·         Perbedaan antara kewajiban diestimasi  dan kewajiban lainnya:
ü  kewajiban diestimasi terdapat ketidakpastian mengenai waktu atau jumlah yang harus dikeluarkan pada masa datang untuk menyelesaikan kewajiban diestimasi tersebut, Sebaliknya
(a)    utang dagang adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diterima atau dipasok dan telah ditagih melalui faktur atau secara formal sudah disepakati dengan pemasok.
(b)   akrual adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diterima atau dipasok, tetapi belum dibayar, ditagih atau secara formal disepakati dengan pemasok, termasuk jumlah yang masih harus dibayar kepada pegawai (derajat ketidakpastian rendah).
akrual sering dilaporkan sebagai bagian dari utang dagang atau utang lainya, sedangkan kewajiban diestimasi dilaporkan secara terpisah. Hubungan antara kewajiban diestimasi dan kewajiban kontinjensi (PSAK).
o   Secara umum, semua kewajiban diestimasi bersifat kontinjensi karena tidak pasti dalam jumlah atau waktu. Tetapi dalam pernyataan ini istilah kontijensi digunakan untuk kewajiban dan aktiva yang tidak diakui karena keberadaannya baru dapat dipastikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih yang tidak pasti pada masa datang dan tidak sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan. Disamping itu istilah kontinjensi digunakan untuk kewajiban yang tidak memenuhi kriteria pengakuan.
(a)    Kewajiban diestimasi diakui sebagai kewajiban (dengan asumsi dapat dibuat estimasi andal) karena kewajiban diestimasi tersebut merupakan kewajiban masa kini dan kemungkinan besar (probable) mengakibatkan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
(b)   Kewajiban kontijensi tidak diakui sebagai kewajiban karena kewajiban kontijensi tersebut merupakan salah satu dari berikut ini :
(i)     Kewajiban potensial karena belum pasti apakah perusahaan memiliki kewajiban kini yang akan menimbulkan arus keluar sumber daya, atau
(ii)   Kewajiban kini yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam Pernyataan (PSAK),  (karena tidak bersifat kemungkinan bahwa penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya atau karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tidak dapat dibuat).

n  Kewajiban Diestimasi dan Kewajiban Kontinjensi
Apabila sebagai akibat dari kejadian masa lampau, timbul kemungkinan perusahaan akan mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis dalam rangka menyelesaikan: (a) kewajiban masa kini atau (b) kemungkinan kewajiban yang keberadaanya akan menjadi pasti, hanya dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa yang belum pasti di masa depan, yang (peristiwa itu) tidak sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan.
Apabila terdapat kewajiban kini yang kemungkinan besar akan mengakibatkan perusahaan mengeluarkan sumber daya.
Apabila terdapat kemungkinan kewajiban atau kewajiban kini yang kemungkinan, tetapi tampaknya tidak, akan mengakibatkan perusahaan mengeluarkan sumber daya.
Apabila terdapat kemungkinan kewajiban atau kewajiban kini sangat kecil kemungkinannya perusahaan mengeluarkan sumber daya.
Kewajiban disetimasi diakui oleh perusahaan

Dilakukan pengungkapan mengenai kewajiban diestimasi tersebut.
Kewajiban diestimasi tidak diakui

Dilakukan pengungkapan mengenai kewajiban kontinjensi tersebut.
Kewajiban disetimasi tidak diakui

Tidak diperlukan pengungkapan.
n  Kewajiban konstruktif
Kewajiban yang timbul berdasarkan praktik baku masa lalu, kebijakan yang telah dipublikasi atau pernyataan baru yang cukup spesifik, sehingga perusahaan telah memberikan indikasi kepada pihak lain bahwa perusahaan akan menerima tanggung jawab tertentu dan mengakibatkan perusahaan menimbulkan ekspektasi kuat dan sah kepada pihak lain bahwa perusahaan akan melaksanakan tanggung jawab tersebut.
n  Kewajiban hukum
Kewajiban yang timbul dari suatu kontrak legislasi atau peraturan perundang-undangan atau pelaksanaan produk hukum lainnya.
Konsekuensi ekonomis dari pelaporan kewajiban ialah:
n  Pemegang saham dan investor
o   Beban bunga menjadi pengurang pajak, namun semakin banyak hutang berarti semakin besar risiko bagi pemegang saham.
o   Hak pemilik ekuitas berada dibawah kreditor.
n  Kreditor
o   Pembatasan Covenants terkait limit hutang.
n  Manajemen
o   Ingin meminimalkan hutang pada neraca.
o   Seringkali mencari “off-balance sheet financing”.
o   Hutang yang lebih sedikit pada saat ini meningkatkan kemungkinan untuk meminjam di masa depan.

B.  EKUITAS
Ekuitas adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas diurutkan berdasarkan sumbernya, diantaranya:
n  Modal disetor
Diperoleh ketika pemilik (pemegang saham) perusahaan menyetorkan uang dan aktiva lainnya kepada perusahaan. Komponen modal disetor meliputi:

·         Saham preferen:
Keunggulan yaitu diprioritaskan dari saham biasa dalam hal terjadi likuidasi, dividen tetap, dapat memiliki beragam variasi dividen, diprioritaskan dari saham biasa dalam hal pembagian dividen.
Kelemahannya yaitu prioritas dalam hutang dalam hal terjadi likuidasi, dividen dapat ditunda pembayarannya, tidak memiliki hak suara.
·         Saham biasa: bagian saham yang diterbitkan untuk mencerminkan kepemilikan. Keunggulannya yaitu memiliki hak suara dalam hak pemilihan dewan direksi, ataupun pemilihan aktivitas manajeman yang signifikan, serta memiliki hak atas sisa laba (setelah saham preferen). Kelemahannya yaitu prioritas terakhir dalam hal terjadi likuidasi, dan tidak ada jaminan return.
·         Treasury stock: terjadi ketika perusahaan membeli kembalu saham biasa yang telah diterbitkan sebelumnya. Alasan pembelian kembali:
-          Ingin diberikan kepada pegawai sebagai kompensasi.
-          Ingin dimiliki sebagai treasury stock (atau hendak dihapus) untuk meningkatkan harga pasar dan EPS.
-          Mengurangi total pembayaran dividen dengan tetap mempertahankan jumlah dividen yang dibayarkan per saham.
-          Mencegah usaha ambil alih dengan mengurangi proporsi saham yang tersedia untuk dibeli.
-          Memberikan kas kembali kepada pemegang saham.
·         Laba Ditahan
Mencerminkan kelebihan laba yang diinvestasikan kembali dalam perusahaan setelah pembayaran dividen kepada pemegang saham, hal ini mencerminkan ekuitas yang dihasilkan perusahaan untuk pemegang saham.
HUTANG VS EKUITAS
·         Kontrak hukum formal
·         Tanggal jatuh tempo yang tetap
·         Pembayaran bunga secara tetap dan berkala
·         Mendapat prioritas dalam hal terjadi kebangkrutan
·         Tidak memiliki suara dalam manajemen
·         Beban bunga menjadi pengurang pajak
·         Tidak memiliki tanggal jatuh tempo
·         Mendapat dividen
·         Hak atas aset bersifat residual
·         Saham biasa memiliki hak suara
·         Pembayaran dividen tidak mengurangi pajak
·         Pajak dikenakan atas penghasilan dan dividen

DAFTAR PUSTAKA

Instrumen Keuangan. Penyajian dan Pengungkapan. ED PSAK No. 50
Silvia. 2010. Kewajiban dan Ekuitas. Universitas Kristen Maranatha. Program   Profesi Akuntansi. Bandung.
.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar