Sharing Materi Perkuliahan Sarjana dan Pascasarjana: Mengenai materi Akuntansi, Ekonomi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Informasi Teknologi dan Pengetahuan Umum

Breaking

Kamis, 13 Juli 2017

Independensi dan Kualitas Audit

Oleh : Yovi Citra Nengsih
A.  Independensi dan Kualitas Audit
Etika berarti karakter. Secara luas etika keseluruhan norma dan penilaian yang digunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupan ( Pratiwi,2008). Etik merupakan suatu prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang, sehingga apa yang dilakukanya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan martabat serta kehormatan seseorang.
Profesi akuntansi mendapat perhatian yang cukup tajam dari masyarakat, karena seiring dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang dilakukan oleh akuntan, baik akuntan publik, akuntan intern perusahaan maupun akuntan pemerintah. Oleh sebab itu, akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga standar perilaku etis tertinggi mereka kepada organisasi dimana mereka bernaung, profesi mereka, masyarakat dan diri mereka sendiri. Kinerja Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berkualitas sangat ditentukan oleh kinerja auditor. Auditor harus mentaati aturan etika profesi ynag meliputi peraturan tentang independensi, integritas dan objektivitas, standar umum dan prinsip akuntansi, tanggung jawab kepada klien, tanggung jawab kepada rekan seprofesi, serta tanggung jawab dan praktik lainya (Satyo. 2005 dalam Trisnaningsih. 2007)
Adanya penerapan aturan etika akuntan dapat mendukung tercapainya tujuan profesi akuntan yaitu bekerja dengan standar profesi yang tinggi, mencapai tingkat kinerja yang diharapkan, mencapai tingkat kinerja yang memenuhi persyaratan kepentingan masyarakat. Aturan etika (peraturan perilaku) yang terdapat didalam kode etik IAPI  (SPAP, 2004) terdiri dari:
a)    Independensi, integritas, dan objektivitas
b)   Standar Umum dan Prinsip Akuntansi
c)    Tanggung jawab kepada klien
d)   Tanggung jawab pada rekan
e)    Tanggung jawab pada praktik lain

Profesi auditor telah menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kasus Enron di Amerika sampai dengan kasus Telkom di Indonesia membuat kredibilitas auditor semakin dipertanyakan. Kasus Telkom tentang tidak diakuinya KAP Eddy Pianto oleh SEC dimana SEC tentu memiliki alasan khusus mengapa mereka tidak mengakui keberadaan KAP Eddy Pianto. Hal tersebut bisa saja terkait dengan independensi yang dimiliki oleh auditor masih diragukan oleh SEC, independensi merupakan karakteristik sekaligus yang harus dimiliki oleh auditor. Jika auditor dapat menyelesaikan pekerjaannya secara professional, maka kualitas audit akan terjamin karena kualitas audit merupakan keluaran utama dari profesionalisme.
Kualitas audit yang baik akan dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan. (Singgih dan Icuk, 2010) mengungkapkan bahwa kualitas audit dipengaruhi oleh independensi dan pengalaman. Kualitas audit menurut Christiawan (2002) ditentukan oleh kompetensi dan independensi. Barnes dan Huan (1993) menyebutkan bahwa pemberian opini tergantung pada faktor independensi. Independensi merupakan salah satu komponen etika yang harus dijaga oleh akuntan publik. Independensi mewajibkan auditor harus bersikap mandiri dan tidak memihak kepada klien yang telah menugasinya dan membayarnya karena pada dasarnya auditor melaksanakan pekerjaan untuk kepentingan publik.
Knapp, Michael (1985) mengatakan bahwa yang mempengaruhi pemberian pendapat audit adalah kemampuan auditor untuk bersikap independen meskipun mendapatkan tekanan dari pihak manajemen. Sedangkan pelaporan pelanggaran tergantung kepada dorongan auditor untuk mengungkapkan pelanggaran tersebut. Dorongan ini akan tergantung pada independensi yang dimiliki auditor tersebut. Independensi dalam The CPA Handbook menurut E.B Wilcox merupakan standar auditing yang bertujuan untuk menambah kredibilitas laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen. Independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain dan tidak tergantung pada orang lain (Mulyadi, 1998).  Independensi merupakan dasar utama kepercayaan masyarakat pada profesi akuntan publik dan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk menilai mutu jasa audit (Trisnaningsih, 2007).
Standar Auditing Seksi 220.1 (SPAP : 2001) menyebutkan bahwa independen bagi seorang akuntan publik artinya tidak mudah dipengaruhi karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum/publik. Mulyadi (1998) menyatakan bahwa independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang objektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya. Standar umum yang kedua mensyaratkan auditor untuk menjaga tingkah laku independen dalam suatu perikatan (Simamora, 2002). Auditor tidak dibenarkan memihak kepada siapapun, sebab pendapat yang dinyatakan oleh auditor mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan akan dipertanyakan jika auditor tidak sungguh – sungguh bersikap independen. Sikap independensi auditor dapat menghindarkan hubungan yang mungkin mengganggu obyektivitas auditor.
Wati dan Subroto (2003) telah melakukan penelitian mengenai independensi auditor di Indonesia. Dimana independensi auditor terdapat beberpa faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu
(1) ikatan keputusan keuangan dan hubungan usaha dengan klien;
(2) persaingan antar KAP;
(3) pemberian jasa lain selain jasa audit;
(4) lama penugasan audit;
(5) besar kantor akuntan; dan
(6) besarnya audit fee.


Refrensi:
Badjuri, A (2011). Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Audit Auditor Independen pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Di jawa Tengah. Vol, 3, No 183-197. Jakarta
Lisda, A. (2009). Pengaruh Kemampuan Intelektual, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spritual Terhadap Perilaku Auditor Serta Dampak Pada Kinerja. Tesis
M. Nirzahrul Alim, T. H. (2007). Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi. UNHAS Makassar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar