Sharing Materi Perkuliahan Sarjana dan Pascasarjana: Mengenai materi Akuntansi, Ekonomi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Informasi Teknologi dan Pengetahuan Umum

Breaking

Kamis, 27 Juli 2017

Masalah Profesional Auditor, Pengaruh Kompetensi, Penyebab Masalah Auditor

Oleh: Yovi Citra Nengsih

Masalah Profesional : Pengaruh Kompetensi Terhadap Ketidak Tepatan Opini

Profesi merupakan jenis pekerjaan yang memenuhi beberapa kriteria, sedangkan profesionalisme kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan seseorang.
Seorang auditor dikatakan profesional apabila telah memenuhi dan mematuhi standar-standar kode etik yang telah ditetapkan oleh, IAI, antara lain prinsip-prinsip yang ditetapkan, peraturan perilaku etis yang sudah di tetapkan. Untuk mewujudkan perilaku profesional tentunya ditetapkan standar (yang merupakan pedoman) dan aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota termasuk setiap kantor akuntan publik lain yang beroperasi sebagai auditor independen.
Pemeriksaan atas laporan keuangan,dilakukan untuk menilai kewajaran laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia (Hoesada dan Agoes, 2009). Dalam SPAP SA menjelaskan bahwa auditor memiliki tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh tingkat keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu bebas dari salah saji material, baik disebabkan oleh kekeliruan maupun kecurangan.Tahapan akhir dari proses audit adalah memberikan opini audit mengenai kewajaran laporan keuangan. Wajar disini bukan berarti benar melainkan bahwa laporan keuangan yang merupakan tanggung jawab manajemen disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum dan bebas dari salah saji material. Dalam penetapan opini audit harus ditetapkan secara profesional, apabila auditor menyatakan laporan keuangan itu wajar, maka laporan keuangan tersebut harus bebas dari kesalahan sekecil apa pun.

Masalah Profesional dan Penyebab Terjadinya
            Opini auditor sangat la penting bagi pemakai laporan keuangan. Dari opini yang di sampaikan auditor, pemakai laporan keuangan dapat mengetahui apakah informasi keuangan yang disajikan sebuah perusahaan layak atau tidak untuk dipercayai. Opini harus nya dibuat secara profesional. Dalam mewujudkan perilaku profesional sering kali menemui banyak masalah diantaranya  adalah ketidak tepatan opini auditor.  Ketidak tepatan opini sering terjadi bahkan banyak terjadi baik itu disengaja atau pun tanpa sengaja, atau akibat dari kurang pengalaman. Ketidak tepatan opini bisa merugikan pihak tertentu atau bahkan menyebabkan kebangkrutan, karena seharusnya laporan keuangan yang tadinya seharusnya tidak wajar banyak terdapat kesalahan saji, namun oleh auditor dinyatakan wajar, yang dimana disebabkan oleh seorang auditor yang kurang kompeten.
            Jadi dapat diuraikan kalau masalah dari profesional yang terjadi diantaranya ketidak tepatan opini auditor. Ada pun penyebab dari ketidak tepatan dari opini auditor ini adalah kurang nya kompetensi dari auditor itu sendiri. Standar umum (IAI,2011) menyebutkan bahwa audit harus dilaksanakan oleh sesorang yang memeliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Auditor harus memiliki kualifikasi untuk memahami kriteria yang digunakan dan harus kompeten untuk mengetahui jenis serta jumlah bukti yang akan dikumpulkan guna mencapai kesimpulan yang tepat setelah memeriksa bukti tesebut. Tunakotta (2012) menyatakan kompetensi itu diperoleh dari pengetahuan, pengalaman dan pelatihan.
    a)      Pengetahuan
Standar profesi akuntan publik (IAI), menjelaskan bahwa dalam melakukan audit, auditor harus memiliki keahlian dan struktur pengetahuan yang cukup. Pengetahuan diukur dari seberapa tingi pendidikan seoarang auditor, karena semakin tinggi auditor maka akan semakin banyak pengetahuan mengenai bidang yang digeluti sihingga dapat mengetahui berbagai masalah secara lebih mendalam.
   b)      Pengalaman
Pengalaman seseorang ditunjukandengan telah dilakukanya berbagai pekerjaan atau lamanya seseorang dalam bekerja untuk mendapatkan ilmuyang sebenarnya selain dari pendidikan formal.
      Berdasarkan uraian diatas seorang yang berkompetensi, seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup. Semakin tingi pengetahuan dan pengalaman kerja dibidangnya maka auditor semakin mempunyai pemahaman yang lebih baik atas laporan keuangan. Semakin tinggi pengetahuan seorang auditor maka semakin banyak pengetahuan mengenai auditing. Seorang auditor yang memiliki pengetahuan dan pengalaman maka akan semakin baik dan meningkatnya kualitas audit. Auditor yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih,  akan memiliki ketelitian dan kemampuan yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan nya sehinga keputusan yang diambil bisa lebih baik, dan terhindar dari kesalahan atau ketidak tepatan dalam menyatakan opini.
      Untuk menghindari masalah profesional terutama ketidak tepatan opini auditor, sangat diperlukan seorang auditor yang kompetensi dibidang nya. Seorang yang dikatakan kompetensi adalah seorang yang memiliki pengetahuan cukup dan lamanya pengalaman seorang auditor dibidangnya. Karena semakin tinggi pengetahuan dan pengalaman maka kualitas auditor semakin baik, sehingga keputusan yang diambil akan semakin lebih baik terutama dalam penentuan opini.

Referensi

Christiani, Agnes Puji., Ratnawati Kurnia. 2012. Pengaruh Skeptisisme Profesional Auditor, Risiko Audit, Pengalaman Audit, Keahlian, Dan Independensi Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Audit. Ultima Accounting

      Hendro Wahyudi, Aida Ainul Mardiyah wahyudi, Hendro., Aida Ainul Mardiyah. 2006. Pengaruh Profesional Auditor Terhadap Tingkat Materialitas Pemeriksaan Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi X







Tidak ada komentar:

Posting Komentar