Sharing Materi Perkuliahan Sarjana dan Pascasarjana: Mengenai materi Akuntansi, Ekonomi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Informasi Teknologi dan Pengetahuan Umum

Breaking

Selasa, 18 Februari 2014

Paper : Islam di Eropa

By Briyan Efflin Syahputra

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang
Dewasa ini, perkembangan islam di dunia semakin pesat. Hampir di setiap negara yang terdapat di dunia, terdapat penduduknya yang menganut agama islam.
Perkembangan islam yang begitu pesat tersebut tentu merupakan kabar yang sangat baik. Akan tetapi, tentu banyak sekali usaha yang dilakukan kaum muslimin untuk menyebarkan agama islam di berbagai penjuru dunia tersebut.
Seperti yang kita ketahui, Islam merupakan agama yang sangat mulia. Di dalam agama ini, setiap derajat manusia di anggap sama. Mungkin itu merupakan salah satu faktor pendukung yang menyebabkan banyaknya orang di penjuru dunia yang sebelumnya memeluk agama lain menjadi musafir.
Perkembangan agama islam, juga terjadi di benua Eropa. Benua yang yang kebanyakan manusianya menganut agama Kristen. Perkembangan islam di Eropa tersebut terjadi di beberapa negara yang besar, seperti, Spanyol, Perancis, Inggris dan lain sebagainya.
Dari permasalahan yang terdapat diatas, penulis tertarik untuk membuat makalah mengenai perkembangan islam di dunia, tepatnya perkembangan islam di Eropa. Makalah ini berisikan informasi mengenai perkembangan-perkembangan agama islam di Eropa.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam makalah ini adalah sebagai berikut:        
1)      Bagaimana perkembangan islam di Eropa?
2)      Siapa sajakah yang berperan penting dalam perkembangan islam di Eropa?
3)      Berapakah persenkah jumlah penganut agama islam di beberapa negara di Eropa?
C.     Tujuan
Dengan ditulisnya makalah ini, penulis bertujuan untuk :
1)      Meningkatkan pengetahuan pembaca mengenai perkembangan islam di Eropa.
2)      Memberikan informasi mengenai jumlah penganut islam di berbagai negara di Eropa.
D.    Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini, adalah sebagai berikut:
1)      Mengertinya pembaca mengenai perkembangan islam di Eropa.
2)      Pembaca Mengetahui jumlah penganut islam di berbagai negara di Eropa.
BAB II
PEMBAHASAN
A.     Islam di Eropa
Islam masuk ke Eropa bagian barat melalui penaklukan Semenanjung Andalusia oleh Tariq Bin Ziyad pada tahun 711. Penaklukan itu terjadi pada masa pemerintahan Khafilah Al-Walid Bin Abdul Walik dari Bani Umayyah. Pemerintahan islam di Eropa yang berpusat di Andalusia (semenanjung Iberia) berlanngsung mulai tahun 711 sampai dengan tahun 1492. Selama abad ke-16 dan awal abad ke-17, di wilayah yang sekarang menjadi bagian negara Spanyol, orang-orang Kristen mengusir seluruh umat islam dari daratan Eropa.
Pemerintahan islam di Andalusia mencapai kejayaan ketika Abdurrahman III (Abdurahman an-Nasir) memerintah pada tahun 929-961. Ia mendirikan kekhalifahan yang terlepas dari Damaskus. Pada masa kejayaan itu, banyak kemajua yang dicapai umat islam. Kemajuan itu terlihat dari munculnya beberapa ilmuan, yaitu :
1)      Iman al-Auza’I (alhi ilmu fikih)
2)      Ibnu Rusyd, Ibnu Bajjah, dan Ibnu Tufail (ahli ilmu filsafat)
3)      Ibnu arabi (ahli ilmu tasawuf)
4)      Ibnu Zarqali dan Ibnu Aflah (ahli dalam bidang astronomi).
Keberadaan para ilmuan muslim dalam mengembangkan ilmu pengetahuan menginspirasi para ilmuan Eropa. Mereka bahkan lebih tekun dan mampu mengembangkan ilmu penetahuan secara intensif. Disamping itu, islam juga meninggalkan beberapa peninggalan bersejarah, seperti istana Al-Hambra, istana Ja’fariyah, istana al-Ma’mun, Tembok Toledo, Masjid Sevilla, dan Masjid Kardoba.
Setelah masa kejayaan itu, kekhafilahan islam mengalami disentegrasi. Kekuatan muslim akhirnya terlibas oleh semangat reconquista (Penaklukan) orang Kristen Spanyol yang dipimpin oleh raja Ferdinand dari Aragon dan Ratu Issabella dari Kastilia. Mereka berhasil mengalahkan kerajaan-kerajaan islam di daerah selatan. Kaum muslim mengalami pengusiran besar-besaran. Yang tetap tinggal melaksanakan islam secara diam-diam. Akibatnya, jumlah kaum muslimin jauh berkurang.
Pada saat ini, di negara Spanyol terdapat lebih kurang 650.000 warga muslim. Jumlah itu merupan 1 % dari total penduduk Spanyol yang mencapai 46.650.000 jiwa pada tahun 2009. Para pemeluk Islam kebanyakan kaum pendatang dari negara-negara islam, seperti Suriah, Libanon, Irak, Iran, Pakistan dan India.
Di Prancis, islam masuk pada abad ke-8 setelah kaum muslimin mengusai Andalusia. Mereka kemudian meneruskan perjalanan ke Utara dan menyebarkan islam. Setelah perang dunia II, jumlah muslim di Perancis melonjak dengan kedatangan tenaga kerja asing dari Magrib atau Afrika utara. Mereka datang dari Aljazair, Maroko, Tunisia, dan subsahara Afrika. Jumlah umat muslim di Perancis lebih kurang 6 % dari sekitar 65.000.000 penduduk perancis pada tahun 2009. Jumlah itu setara dengan sekitar 3.900.000 orang. Pada tahun 2002, menetri dalam negeri Nicolas Sarkozy (Sekarang Persiden Perancis) memprakasai pembentukan CFCM (Conceil Francais du culte Musulman) atau Dewan Prancis untuk kepercayaan Muslim. Dewan ini menaungi kegiatan umat muslim di perancis.
Di Inggris Raya terdapat kurang lebih 2.500.000 umat muslim. Jumlah itu merupakan 4% dari total penduduk Inggris Raya yang oada tahun 2009 berjumlah sekitar 61.000.000 jiwa. Sebagian besar umat muslim adalah warga imigran yang berasal dar Pakistan, India dan Bangladesh. Selain itu ada pula umat muslim dari Malaysia dan Indonesia. Beberapa organisasi yang menaungi kegiatan umat muslim disana adalah Islamic Society of Britian, Muslim Council of Britain, Sufi Muslim Council, dan Muslim Educational Trust.
Di Eropa bagian timur, Turki merupakan negara yang berperan sangat penting. Negara ini menjadi pusat kerajaan Turki Usmani selama kurang lebih 6 abad. Melalui ekspansi kerajaan Turki Usmani, islam masuk ke Eropa. Pada tahun 1453, Sultan Muhammad II mereut Konstantinopel dari kekuasaan Bizantium. Dari sana, kerajaan Turki Usmani menguasai Eropa tenggara atau wilayah Balkan sekarang. Walaupun gagal mengusai Wina, kerajaan Turki Usmani tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
Kerajaan Turki Usmani bertahan hingga tahun 1922 pada waktu Mustafa Kemal Attaturk mengumumkan berdirinya Republik Turki. Sejak saat itu, sistem kekhafilahan ditinggalkan dan hukum islam tidak lagi dipergunakan sebagai hukum negara. Walaupun demikian, hingga saat ini Turki tetap merupakan negara mayoritas penduduk beragama Islam. Pada tahun 2009, jumlah penduduk Turki kurang lebih dari 74.800.000 jiwa. Penduduk muslim mencapai 98% dari total penduduk atau sekitar 73.300.000 jiwa.
Islam kemudian masuk ke wilayah Balkan. Di wilayah ini, kaum muslim banyak terdapat di Albania dan Bosnia Herzegovina. Jumlah kaum muslimin di Albania mencapai 80% dari 3.170.000 penuduknya atau sekitar 2.500.000 jiwa. Jumlah itu merupakan perkiraan pada tahun 2008.
Islam datang ke Albania melalui pemerintahan Turki Usmani pada abad ke-14. Ketika itu, islam harus berhadapn dengan Kristen. Pada akhir abad ke-17 pusat-pusat perkotaan telah mengadopsi agama islam. Kaum muslim Albania terdiri dari dua Komunitas utama, Islam Suni dan Bektashi.
Pada tahun 1923, diselenggarakanlah Kongres Muslim Albania di Tirana. Mereka memutuskan hubungan dengan kekhalifahan Usmani, melarang poligami, dan mewajibkan perempuan menggunakan jilbab di depan umum.
Di Bosnia Herzegovina, orang Slavia memeluk islam pada sekitar abad ke-15 dan ke-16. Sebagian kaum muslim Bosnia adalah muslimSuni.
Islam dibawa ke daerah ini oleh Dinasti Usmani. Turki Usmani mengusai sebagian besar Bosnia pada tahun 1463 dari Herzegoniva pada tahun 1480. Setelah penguasaan Dinasti Usmani tersebut, sejumlah besar Slavia selatan memeluk agama islam. Bersama Albania, Bosnia merupakan bagia dari wilayah Kerajaan Turki Usmani di Eropa dimana sejumlah besar orang-orang Kristen masuk islam.
Sepanjang perang Bosnia (1992-1995), beberapa masjid dihancurkan oleh pasukan bersenjata dari kelompok etnis Kristen utara. Di antaranya adalah dua Masjid di Banja Luka, Arnaudija, dan Ferhadija. Padahal, masjid tersebut didaftar oleh UNESCO sebagai monument budaya dunia. Di Bosnia dan Herzegoniva ada delapan mufti yang terletak di kota besar di seluruh negeri, yaitu Sarajevo, Bihac, Travnic, Tuzla, Gorazde, Zenica, Mostar, dan Baja Luka.
Di wilayah Rusia, muslim yang pertama adalah penduduk Dagestan. Kaum muslim Arab menaklukan wilayah itu pada bad ke-8. Negara muslim pertama di Rusia adalah Volga Bulgaria pada sekitar abad ke-10. Kaum Tatar mewariskan Islam pada negara tersebut. Pada masa penaklukan Kaza (1522) hingga naiknya Katarina yang Agung (1762), kaum muslimin mendapat tekanan berat. Mereka mengalami pengucilan dan diskriminasi. Budaya-budaya dan ikon-ikon kaum muslimin dilarang, termasuk bangunan masjid. Kondisi ini berlangsung hingga abad ke-20 di bawah pemerintahan komunis.
Setelah runtuhnya komunis, kaum muslimin mulai mendapatkan tempat. Mereka mendirikan organisasi yang bernama Union of Muslims of Rusia pada tahun 1995 di bawah pimpinan Khatib Muqaddas. Pada sekitar tahun 1990, publikasi tentang islam juga meningkat. Hal itu ditandai dengan terbitnya beberapa majalah islam seperti, Ekho Kavkaza, Islamsky Vestnik, dan Islamskiye Novosti.
Dari sekitar 142.000.000 penduduk Rusia pada tahun  2009, penganut Islam berjumlah sekitar 16.000.000 jiwa. Jumlah itu setara dengan 11,7% dari total jumlah penduduk.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Perkembangan islam di Eropa, berkembang begitu pesat. Walaupun tidak sepesat perkembangan islam di Asia. Akan tetap hal tersebut sudah sangat baik. Negara-negara Eropa yang mengalami perkembangan islam kebanyakan negara-negara yang besar, seperti Perancis, Spanyol, Inggris raya dan lain sebagainya.
Menurut data yang diperoleh tahun 2009, setidaknya di setiap negara –negara Eropa yang mengalami perkembangan islam, hampir 10% penduduknya menganut agama islam.
B.     Saran
Setelah menarik kesimpulan sebagaimana tersebut di atas selanjutnya penulis mengajukan beberapa saran, yaitu sebagai berikut.
1)      Masyarakat hendaknya senatiasa untuk selalu percaya agama islam adalah agama yang dimuliakan oleh Allah swt, terbukti banyaknya jumlah musafir ataupun orang yang memeluk agama islam di berbagai negara di Eropa.
2)      Memberikan informasi mengeni perkembangan islam di Eropa kepada masyarakat lain yang belum mengetahuinya.

DAFTAR PUSTAKA
Yunan, Aswin. 2010. Teladan Semurna Pendidikan Agama islam 3. Solo:
       Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Muhyidin, Muhammad. 2009. Pendidikan Agama Islam Untuk SMA jilid 3.
        Jakarta: Erlangga.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya. sangat membantu untuk mengerjakan tugas dan menambah wawasan mengenai banyaknya penganut agama islam di dunia..

    BalasHapus