Sharing Materi Perkuliahan Sarjana dan Pascasarjana: Mengenai materi Akuntansi, Ekonomi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Informasi Teknologi dan Pengetahuan Umum

Breaking

Minggu, 07 Mei 2017

PAPER TERJEMAHAN, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN OVERVIU E-BUSINESS, DAN E-COMMERCE,E-COMMERCE BUSINES KE KONSUMEN (B2C),E-COMMERCE BUSINES KE BUSINES (B2B),E-COMMERCE BUSINES KE BUSINES (B2B), ISU ETIS DAN HUKUM DALAM E-COMMERCE,

Oleh Yovi Citra Nengsih

PAPER SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
OVERVIU E-BUSINESS DAN E-COMMERCE

1.    PENDAHULUAN
Setiap pengusaha atau perusahaan yang memutuskan untuk mempraktikkan perdagangan elektronik harus mengembangkan sebuah strategi untuk melakukannya secara efektif. Langkah pertama adalah menentukan dengan pasti mengapa perusahaan (individu) ingin berbisnis melalui internet menggunakan situs web. Ada beberapa alasan untuk menggunakan situs web:
• Untuk menjual barang dan jasa
• Untuk mendorong orang mengunjungi lokasi fisik (toko fisik)
• Mengurangi biaya operasional dan transaksi
• Untuk meningkatkan reputasi (usaha)
Situs Web dapat mencapai tujuan ini. Kecuali perusahaan (individu) memiliki sumber daya yang substansial, bagaimanapun, sulit untuk menyelesaikan semuanya pada saat bersamaan. Website yang tepat untuk mencapai setiap tujuan akan sedikit berbeda. Saat menyiapkan situs Web, sebaiknya mempertimbangkan bagaimana situs akan menghasilkan dan mempertahankan lalu lintas, serta sejumlah isu lainnya.
Makalah ini membahas dasar-dasar e-business dan e-commerce. Pertama, menjelaskan denfinis dan kedua konsep. Kemudian istilah perdagangan elektronik murni dan sebagian. Selanjutnya melihat berbagai jenis perdagangan elektronik. Kemudian, berfokus pada mekanisme e-commerce, yang merupakan cara bisnis dan jual beli melalui Internet.

2.    PEMBAHASAN
A.    OVERVIU E-BUSINESS DAN E-COMMERCE
  1. Definisi dan konsep
ü Electronic commerce (e-commerce) adalah proses pembelian, penjualan, pemindahan, atau pengubahan produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet.
ü Electronic business (e-business) adalah konsep/definisi yang lebih luas dari e-commerce termasuk membeli dan menjual barang dan jasa dengan menawarkan layanan pelanggan, berkolabolarasi dengan teman busines, melakukan e-learning, dan melakukan transaksi elektronik lainnya dalam sebuah organisasi.
ü Dalam electronic commerce bentuk transaksinya bergantung pada tingkat digitalisasi yang dicakupnya. Tingkat digitalisasi adalah luasnya e-commerce yang ditransformasikan dari fisis ke digital. Artinya konsep ini dapat memilih produk atau jasa yang dijual melalui agen atau perantara menggunakan produk yang fisis atau digital dan agennya fisis atau digital.
ü Dalam perdagangan tradisional, bentuk transaksinya kedua-duanya barang dan jasa semata-mata bersifat fisis yang disebut brick and mortar organization, yaitu organisasi yang produk, proses dan agen pengirimannya semuanya bersifat fisis.
ü Perbedaannya adalah dalam EC semua dimensi bersifat digital sehingga perusahaan yang melakukannya disebut virtual organization atau pure play organizatioan yaitu perusahaan yang produk, proses dan agen pengirimannya semuanya bersifat digital. Transaksinya disebut pure EC karena semata-mata/semuanya digital.
ü Kombinasi antara digital campuran (mix digital) dan dimensi fisis dapat disebut sebagai e-commerce sebagian (partial EC), perusahaan yang melakukannya disebut clicks and mortar organization atau clicks and brick, yaitu perusahaan yang melakukan busines kedua-duanya berdimensi fisis dan digital. Contoh dari partial EC adalah pembelian baju di Wal-Mart dan pembelian buku di Amazon.com, meskipun pembelian dan pembayarannya secara digital tetapi pengirimannya melalui Fed-Ex atau UPS. Sedangkan contoh pure EC (semata-mata EC) adalah pembelian produk dari buy.com karena produk, pengiriman, pembayaran dan transfernya dilakukan sendiri secara digital. Supaya tidak membingungkan istilah e-commerce menunjukkan keduanya yaitu pure dan partial EC.
  1. Jenis e-commerce
ü Terdapat 6 jenis e-commerce, namun yang akan dibahas hanyalah tiga yang pertama yaitu:
1)   Business to consumer electronic commerce (B2C EC), yaitu e-commerce yang penjualnya merupakan organisasi busines tetapi pembelinya merupakan individu. Sering juga disebut electronic retailing (e-tailing).
2)   Business to business electronic commerce (B2B EC), yaitu e-commerce yang kedua-duanya penjual dan pembelinya merupakan organisasi busines (perusahaan).
3)   Costumer to costumer electronic commerce (C2C EC), yaitu e-commerce yang kedua-duanya penjual dan pembelinya merupakan individu (bukan organisasi busines/perusahaan).
ü Masing-masing jenis EC di atas dilaksanakan dalam beberapa model busines. Model busines adalah metoda dimana perusahaan menghasilkan pendapatan dan berusaha mempertahankannya. Atau dengan kata lain model busines adalah struktur busines apa yang paling cocok bagi perusahaan dengan bantuan internet untuk mencapai posisi pasar yang lebih baik. Beberapa model busines yang digunakan untuk menjalankan e-commerce yaitu:
1)      Online direct marketing, yaitu model busines EC yang perusahaan industri atau ritel menjual peoduknya secara langsung ke pelanggan. Cara ini lebih efisien bagi produk dan layanan digital sehingga memungkinkan produk atau jasa dikostumisasi. Misalnya www.dell.com.
2)      Electronic tendering system, yaitu model busines EC yang memerlukan persetujuan dari pemasok. Biasanya menggunakan B2B melalui mekanisma lelang terbalik.
3)      Name your own price, yaitu model busines EC yang pelanggannya mempertimbangkan berapa banyak kerelaannya untuk membayar. Dengan cara ini biasanya seorang perantara mencoba mempertemukan dengan provider. Contoh www.proceline.com. 
  1. Mekanisma utama e-commerce
ü Perusahaan dan pelanggan dapat membeli dan menjual di internet melalui sejumlah mekanisma yang secara luas menggunakan beberapa mekasnisma berikut:
1)      Katalog elektronik (e-catalog), yaitu mekanisma yang menggunakan katalog yang telah dicetak pada kertas yang berisi database produk, petunjuk, mencari kemampuan, dan penyajian fungsi tentang suatu produk atau jasa.
2)      Lelang elektronik (e-auctions),
·      Yaitu mekanisma persaingan proses membeli dan menjual yang harganya ditentukan secara dinamis melalui persaingan penawaran.
·      Cara ini dapat meningkatkan pendapatan bagi penjual baik melalui basis pelanggan jangka panjang maupun jangka pendek dalam waktu siklus lelang. Bagi pembeli meraka mendapatkan manfaat karena memperoleh posisi tawar yang rendah dan juga tidak memerlukan perjalanan ke lokasi lelang secara fisis.
·      Terdapat 2 jenis utama dari lelang yaitu:
a)      Lelang maju (forward auctions), yaitu lelang dimana penjual meminta penawaran dari banyak pembeli potensial dan menempatkannya pada situs lelang kemudian pembeli menawar secara berkelanjutan antara mereka sehingga penawar tertinggi adalah pemenangnya. Contoh lelang maju ini adalah situs ebay.com.
b)      Lelang terbalik (reverse auctions), yaitu lelang dimana salah satu pembeli menginginkan pembelian produk atau jasa kemudian pembeli meminta persetujuan pada situs sehingga yang menjadi pemenangnya adalah penawar harga yang paling rendah. Pemerintah dan perusahaan besar sering melakukan pendekatan lelang ini. lelang dapat dilakukan melalui situs penjual, situs pembeli, dan situs pihak ketiga.
3)      E-storefront, yaitu sebuah website yang menyajikan salah satu toko atau perusahaan melalui alamat internet miliknya dimana pesanannya ditempatkan. Mekanisma ini banyak dihubungkan dengan model B2C. 
4)      Electronic mall, yaitu pemilihan toko individu melalui salah satu alamat internet. Mekanisma ini sering disebut juga cybermall atau e-mall.
5)      E-marketplace, yaitu suatu pusat ruang pasar virtual di website dimana banyak pembeli dan penjual melakukan aktivitas e-business. Mekanisma ini dengan model B2B.
  1. Mekanisma pembayaran e-commerce
ü Mekanisma pembayaran e-commerce memungkinkan pembeli untuk membayar secara electronic daripada harus menulis cek atau menggunakan kas. Terdapat 3 jenis mekanisma pembayaran secara elektronic dari e-commerce, yaitu:
1)      Electronic checks
Mekanisma ini sering digunakan dalam  B2B yang modelnya sama dengan cek kertas biasa yang pembelinya harus menetapkan terlebih dahulu rekening bank miliknya kemudian mengirimkan email yang dienkripsi ke penjual melalui aplikasi e-checks. Selanjutnya penjual akan menyimpan cek tersebut dalam rekeningnya lalu dananya ditransfer dari rekening pembeli ke rekening penjual. Tanda tangan cek berbentuk tanda tangan digital yang dapat dilakukan verifikasi dan disahkan oleh institusi keuangan melalui kliring elektronik (electronic clearinghouses).
2)      Electronic cards
Terdapat berbagai jenis kartu elektronik yang digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Yang paling umum adalah kartu kredit electronic (electronic credit cards), kartu kredit virtual (virtual credit cards), kartu pembelian (purchasing cards), stored value money cards, dan kartu smart (smart cards).
·      electronic credit cards, yaitu kartu kredit yang memungkinkan pelanggan untuk membebankan pembayaran online untuk akun kartu kredit mereka. Kartu ini sering digunakan dalam B2C dan pembelanjaan di UKM.
·      virtual credit cards, yaitu kartu yang memungkinkan pelanggan untuk berbelanja online. Kartu ini hanya digunakan sekali, alasannya adalah untuk menghindari kriminal oleh pengguna yang berbeda sehingga nomor kartu akan diacak setiap kali berbelanja di toko online. Kartu virtual ini hanya baik dilakukan melalui website dimana anda membeli. Pembelian online dibuat dengan cara menunjukkan nomor kartu virtual pada tagihan.
·      purchasing cards, yaitu kartu ini sama seperti kartu kredit dan sering digunakan juga dalam B2B. Di beberapa negara bentuk utama kartu ini merupakan pembayaran antarperusahaan. Jika dalam kartu kredit disediakan waktu 30 s/d 60 hari, maka dalam kartu pembelian jangka waktunya hanya seminggu.
·      stored value money cards, yaitu kartu yang memungkinkan pelanggan untuk menyimpan dengan jumlah tetap dari uang yang dibayarkan di muka dan kemudian membelanjakan seperlunya. Kartu ini biasanya digunakan untuk membayar fotokopi di perpustakaan, transportasi dan panggilan telepon. Setiap kali menggunakan kartu ini jumlahnya akan dikurangi sebesar jumlah yang dibelanjakan (mirip kartu debit ya).
·      smart cards, yaitu kartu yang berisi chip yang dapat disimpan sebanyak mungkin jumlah informasi. Biasanya berisi lebih dari 100 kali jumlah inforrmasi yang diisi dalam kartu ini. Kartu ini seringkali digunakan untuk berbagai tujuan misalnya untuk kartu kredit, kartu debit atau kartu loyalitas pelanggan. Kartu ini idealnya untuk pembayaran yang kecil-kecil untuk beberapa dolar atau kurang. 
3)      Person to person payments
Yaitu pembayaran yang memungkinkan 2 orang atau antara individu dengan perusahaan untuk mentransfer sejumlah dana tanpa menggunakan kartu kredit. Prosesnya dilakukan melalui layanan yang diberikan oleh perusahaan dengan menyediakan rekening untuk mentransfer dana yang kemudian diverfikasi dan dimintakan persetujuan pengirim untuk mengkredit dananya dalam rekening miliknya. Contohnya adalah layanan PayPal yang ditawarkan eBay company.
  1. Manfaat dan kelemahan e-commerce
ü Manfaat e-commerce bisa dirasakan oleh organisasi, individu dan masyarakat. Manfaatnya adalah:
1)      Bagi organisasi, e-commerce menciptakan pasar nasional dan internasional yang mudah diakses dan menurunkan kos dari proses, distribusi, dan memperoleh kembali informasi tersebut.
2)      Bagi individu/pelanggan, e-commerce dapat mengakses banyak jumlah produk hanya dalam beberapa jam.
3)      Bagi masyarakat, e-commerce memudahkan dan menyenangkan dalam mengirim informasi, layanan, dan produk kepada orang lain di kota, di desa, dan di negara berkembang.
ü Keterbatasan e-commerce dapat dilihat dari segi teknolojis dan nonteknolojis. Dari sisi teknolojis adalah:
1)      Hambatan umum tentang standar keamanan yang dapat diterima
2)      Luasnya telekomunikasi di beberapa negara maju seringkali tidak cukup  dan mengakses website-nya sangat mahal.
Dari sisi nonteknolijis adalah:
1)      Ada persepsi bahwa EC tidaklah aman,
2)      Tidak dapat memecahkan masalah hukum, serta
3)      Kritik terhadap penjual dan pembeli dalam EC oleh media masa
B.     E-COMMERCE BUSINES KE KONSUMEN (B2C)
Dalam pembahasan ini akan diulas tentang 2 mekanisma utama dari B2C yaitu e-strorefronts dan e-malls. Pembahasan selanjutnya tentang industri jasa online seperti perbankan, pasar modal, pencarian kerja, dan travel.
a.      E-storefronts dan e-malls
ü B2C telah menawarkan beberapa alternatif belanja online mulai dari katalog sampai dengan tv shopping. Kelebihan dari cara ini adalah memungkinkan pembeli untuk membeli dari rumah dan melakukannya selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
ü Melalui e-storefronts pelanggan dapat mengakses ratusan bahkan ribuan produk dengan jenis yang unik di URL electronic storefronts. Misalnya storefronts yang telah dilakukan oleh Hermes, The Sharpes Image, Wall-Mart untuk toko yang disertai dengan fisiknya. Untuk perusahaan yang baru muncul yaitu Restaurant.com dan Alloy.com. Untuk perusahaan industri seperti www.dell.com, dan perusahaan ritel seperti www.officedepot.com.
ü Jika e-storefronts hanya terdiri dari satu toko online, maka e-malls atau disebut juga cybermall adalah kumpulan dari kelompok toko individu yang berada di bawah satu alamat internet.  Ide dasar dari e-mall adalah sama dengan pusat perbelanjaan reguler yang menyediakan satu tempat perbelanjaan terpusat.
ü E-mall memiliki ribuan vendor yang menawarkan jangkauan luas produk dan jasa seperti microsoft shopping (ww.bing.com/shopping).
ü Terdapat 2 jenis e-mall, yaitu:
1)      Referral malls, yaitu e-mall yang tidak dapat membeli sesuatu sebelum mentransfer uang dari mall ke storefront bersama, misalnya seperti hawaii.com
2)      Shopping malls, yaitu e-mall yang dapat membuat pembelian secara aktual yang memugkinkan pelanggan berbelanja dari beberapa toko tetapi hanya satu transaksi pembelian yang dapat dilakukan di akhir. Misalnya www.shopping.google.com.
b.      Industri jasa online (online service industries)
ü Selain mengakses produk, pelanggan juga dapat mengakses jasa melalui website. Sistem ini dapat mengurangi kos penjualan bagi penjual dari 20 s/d 40%, tetapi pengurangan ini sulit untuk dicapai karena produk harus dikirimkan secara fisik.
ü Salah satu permasalahan penting dalam masalah EC yang berhubungan dengan jasa online adalah tidak adanya penengah (disintermediation). Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan dengan cara berikut:
1)      Cyberbanking
Yaitu jasa online yang melakukan berbagai jenis aktivitas perbankan dari rumah, tempat kerja, atau di perjalanan kecuali di lokasi fisik bank. Bagi perusahaan, cyberbanking memiliki kemampuan melakukan aplikasi tagihan pembayaran pinjaman. Bagi konsumen menghemat waktu dan menyenangkan. Bagi bank menawarkan alternatif yang tidak terlalu mahal. Bagi perbankan internasional, memilki kemampuan untuk menangani perdagangan dalam berbagai matauang.
2)      Online securities trading
Yaitu jasa online yang menggunakan komputer untuk memperdagangkan saham, obligasi, dan insttumen keuangan lainnya. Misalnya E-trade, Ameritrade, Charles Schwab.
3)      The online job market
Yaitu jasa online yang menawarkan perjanjian lingkungan kerja baru bagi pencari kerja untuk perusahaan yang mencari tenaga kerja. Misalnya www.monster.com, www.linkedin.com, www.truecareers.com, dll.
4)      Travel service
Yaitu jasa online yang memungkinkan untuk membeli tiket pesawat, pemesanan kamar hotel, dan sewa mobil. Misalnya Expedia.com, Travelocity.com, dan Orbitz.com
5)      Online advertising
Yaitu jasa online yang menawarkan praktik penyebaran informasi untuk mempengaruhi transaksi antara penjual dan pembeli melalui proses internet secara online.
6)      Advertising methods
·      Yaitu jasa online yang menawarkan metoda periklanan secara online dengan menggunakan banners, pop-ups, dan e-mail.
·      Banners secara sederhana adalah papan reklame (billboards) yang berisi teks pendek atau pesan grafis untuk mempromosikan produk atau vendor.
·      Pop-ups adalah iklan yang berisi jendela browser terbaru yang secara automatis muncul ketika kita menekan enter atau exit pada sebuah website. 
·      E-mail merupakan pemunculan iklan internet dan jaringan pemasaran yang dilakukan dengan cara mengembangkan atau membeli daftar alamat email kemudian menempatkannya pada database pelanggan lalu mengirimkannya kepada e-mail pelanggan.
·      Dalam permasalahan e-mail ini, terdapat potensi penyalahgunaan iklan e-mail melalui spam. Spamming adalah pendistribusian iklan elektronik tanpa pandang bulu dan izin dari penerima iklan. Untuk mengatasi spamming ini terdapat dua cara yaitu:
a)      Permission marketing, yaitu menanyakan kepada konsumen apakah memberi izin mereka secara sukarela untuk menerima iklan online dan e-mail.
b)      Viral marketing, yaitu pemasaran dari mulut ke mulut dengan meminta teman untuk menyampaikan kepada temannya, anggota keluarga dan menyarankan  kenalan lainnya untuk mengeceknya.
C.    E-COMMERCE BUSINES KE BUSINES (B2B)
ü Aplikasi B2B menggunakan banyak model busines dan yang paling utama terdiri dari tiga model, yaitu:
1)      Sell-side marketplaces, yaitu model e-commerce dimana organisasi berusaha untuk menjual barang atau jasa mereka ke organisasi lain secara elektronik dari situs marketplace pribadi mereka dan atau dari situs pihak ketiga. Model ini sama dengan model B2C, tetapi dalam model ini pembelinya adalah organisasi. Mekanisma yang digunakan dalam model ini adalah lelang elektronik dan e-catalog.
2)      Buy-side marketplaces, yaitu model e-commerce dimana organisasi berusaha untuk mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan dari organisasi lain secara elektronik. Mekanisma utama yang digunakan adalah lelang terbalik (reverse auction). Contoh dari model ini adalah e-procurement dan group purchasing.
3)      Electronic exchange, yaitu pertukaran pribadi antara salah satu pembeli dengan banyak penjual yang secara independen yang marketplacenya dimiliki dan dioperasikan oleh pihak ketiga yang mereka menghubungkan antara banyak pembeli dan penjual. Terdapat 3 jenis electronic exchange, yaitu:
a)      Vertical exchange, yaitu electronic exchange yang menghubungkan antara pembeli dan penjual dalam satu industri. Misalnya Marriott and Hyatt dimiliki oleh sebuah konsorsium pengadaan dalam bidang industri hotel.
b)      Horisontal exchange, yaitu yaitu electronic exchange yang menghubungkan antara pembeli dan penjual dalam banyak industri. Misalnya Alibaba.com
c)      Fungsional exchange, yaitu electronic exchange yang berupa layanan yang dibutuhkan seperti bantuan sementara atau ruang kantor yang diperdagangkan. Misalnya pencari tenaga kerja dapat menemukan tenaga kerja sementara melalui pencarian tenaga kerja dalam jaringan pencari kerja.
D.    ISU ETIS DAN HUKUM DALAM E-COMMERCE
ü Apa yang terjadi dalam dunia TI akan terjadi juga dalam e-commerce. Terdapat 2 pertimbangan penting yang menyangkut etis dalam e-commerce, yaitu:
1)      Isu etis privasi
·      Yaitu ancaman yang muncul berupa pelacakan akibat kemudahan menyimpan dan mentransfer informasi pribadi yang terutama mengancam identitas pembelinya.
·      Pelacakan dilakukan terhadap sistem pembayaran elektronik pelanggan dengan mengetahui siapa pembelinya. Pelacakan informasi pribadi dilakukan melalui cookies yang melacak histori dari hard drive personal komputer. Biasanya pihak perusahaan akan menyediakan enkripsi dan antivirus software untuk memberikan perlindungan.
2)      Isu hukum
·      Yaitu ancaman yang muncul akibat pembeli dan penjual tidak saling kenal satu sama lain dan bahkan tidak pernah bertemu sehingga menimbulkan kesempatan bagi orang yang tidak bertanggungjawab untuk menciptakan kecurangan dan kriminal.
·      Terdapat 5 isu utama dalam hukum yang terkait dengan e-commerce, yaitu:
a)      Kecurangan internet,
b)      Nama domain
c)      Cybersquatting
d)     Pajak dan biaya lainnya
e)      Hak cipta
KESIMPULAN
Setiap pengusaha atau perusahaan yang memutuskan untuk mempraktikkan perdagangan elektronik harus mengembangkan sebuah strategi untuk melakukannya secara efektif. Ada beberapa alasan untuk menggunakan situs web antara lain untuk menjual barang dan jasa, untuk mendorong orang mengunjungi lokasi fisik (toko fisik), untuk mengurangi biaya operasional dan transaksi dan untuk meningkatkan reputasi (usaha). Dalam perdagangan tradisional, bentuk transaksinya kedua-duanya barang dan jasa semata-mata bersifat fisis yang disebut brick and mortar organization, yaitu organisasi yang produk, proses dan agen pengirimannya semuanya bersifat fisis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar